Selasa, 13 Oktober 2015

KONSEP PENDIDIKAN INKLUSIF




KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kami Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan tak lupa kepada kita semua selaku umatnya.
            Ucapan terimakasih tak lupa kami sampaikan kepada pihak yang telah mendukung penyelesaian makalah ini.Tujuan pembuatan makalah ini sebagai pemenuhan salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Inklusif.Kami mengharapkan tugas makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua sebagai wujud penambahan wawasan di bidang ilmu pendidikan.Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dalam melakukan penelaahan dan perbaikan di waktu mendatang.

 Bandung,   September 2014



Penyusun







DAFTAR ISI
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................
G. Pentingnya pendidikan inklusi bagi calon guru..................................................

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.       LatarBelakang
Tujuanpendidikannasionaladalahmengembangkankemampuandanmembentukwataksertaperadabanbangsa yang bermartabatdalamrangkamencerdaskankehidupanbangsa,bertujuanuntukberkembangnyapotensipesertadidik agar menjadimanusia yang berimandanbertakwakepadaTuhan Yang MahaEsa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, danmenjadiwarganegara yang demokratissertabertanggungjawab. Semuamanusiaberhakuntukmendapatkanpendidikan yang sama, termasuksiswa yang berkebutuhankhusus. Siswaberkebutuhankhususdapatmenikmatipendidikandengansiswa normal lainnyadalamsekolah yang menerapkanPendidikanInklusiyaitusekolah yang memberikankesempatanbelajarpadaanak-anakberkebutuhankhususbersamadengananak-anakpadaumumnya.Dalamsekolahinklusiinisiswa normal danABK  jugabersama-samamendapatkanpembinaandarisegiakademik, non akademikdan mental spiritual. UntukmelakukankegiatanPembinaaninitentutidakmudahkarena di dalamnyaterdapatsiswa normal dan ABK olehsebabitukegiatanpembinaandanpengembanganpesertadidikjugaperludikeloladenganbaik agar kegiatannyadapatberjalandenganefektifdanefisien, pengelolaaninijugabiasdisebutdenganistilahmanajemenpembinaanpesertadidik.
Manajemenpembinaanpesertadidikmerupakansuatukegiatan yang didalamnyameliputikegiatanperencanaan, pelaksanaan, danevaluasidengantujuanmengusahakan agar siswadapattumbuhdanberkembangsesuaidengantujuannasional.Untukmewujudkanhaltersebutmaka di dalampembinaansiswaterdapatkegiatankurikuler, ekstrakurikuler, dankourikuler.Seluruhkegiatanpembinaanperludikelola agar dapattercapaitujuansecaraefektifdanefisien.Salah satukegiatanpembinaan yang perlu di kelolaadalahkegiatankurikuler.Didalamkegiatankurikulerterdapatkegiatan PBM ataupembelajaran, untukmengefektifkankegitanpembelajaran di sekolahinklusimakadapatdiwujudkandalammanajemen proses belajarmengajar/pembelajaran, yang di dalamnyaterdapatperencanaanpembelajaran, pelaksanaanpembelajarandanevaluasipembelajaran.

B.       RumusanMasalah
1.      Apapengertianpendidikan Inklusif?
2.      Apatujuan dan manfaat pendidikan inklusif?
3.      Apaciri-ciripendidikaninklusif?
4.      Apa yang melatarbelakangi diterapkannya pendidikan inklusif?
5.      Apa saja kelebihan dari pendidikan inklusif?

C.       Tujuan
1.      Mengetahuipengertianpendidikan Inklusif
2.      Mengetahuitujuan dan manfaat pendidikan inklusif
3.      Mengetahuiciri-ciripendidikaninklusif
4.      Mengetahui latarbelakang diterapkannya pendidikan inklusif
5.      Mengetahui beberapa kelebihan dari pendidikan inklusif

D.       SistematikaPenulisan­­­­
HALAMAN JUDUL
HALAMAN KATA PENGANTAR
HALAMAN DAFTAR ISI
BAB I: PENDAHULUAN
A.                 LATAR BELAKANG
Berisi tentang latarbelakang pembuatan makalah mengenai konsep pendidikan inklusif
B.                 TUJUAN PENULISAN
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan makalah
C.                 RUMUSAN MASALAH
Berisi tentang rumusan-rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah
BAB II :PEMBAHASAN
Berisi tentang pembahasan dan teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli yang berkaitan dengan tema makalah mengenai pengertian pendidikan inklusif serta hal-hal yang berkaitan dengan tema maklah
BAB III:PENUTUP
A.    SIMPULAN
Berisi tentang  simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.
B.     SARAN
Berisi saran dari penulis untuk para pembaca dan mengenai pembahasan

DAFTAR PUSTAKA
Berisi seluruh sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah
BAB II
PEMBAHASAN

A.      PengertianPendidikanInklusif
Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim dan proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik tanpa membeda-bedakan anak yang berasal dari latar suku, kondisi sosial, kemampuan ekonomi, politik, keluarga, bahasa, geografis (keterpencilan) tempat tinggal, jenis kelamin, agama, dan perbedaan kondisi fisik atau mental.
Sekolah Inklusif (di Indonesia) adalah sekolah biasa (SB) yang mengakomodasi semua peserta didik baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus (cacat fisik, intelektual, sosial, emosional, mental, cerdas, berbakat istimewa daerah terpencil/ terbelakang, suku terasing, korban bencana alam/ bencana sosial/ miskin), mempunyai perbedaan pangkat, warna kulit, gender, suku bangsa, ras, bahasa, budaya, agama, tempat tinggal, kelompok politik, anak kembar, yatim, yatim piatu, anak pedesaan, anak kota, anak terlantar, tuna wisma, anak terbuang, anak yang terlibat dalam sistem pengadilan remaja, anak terkena daerah konflik senjata, anak pengemis, anak terkena dampak narkoba HIV/ AIDS (ODHA), anak nomaden, dll sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.
MenurutRovey (2012) Pendidikaninklusiadalahsebuah proses pendidikanbagisemuaanak. Hal inimelibatkansemuaanaktanpamenghiraukanbagaimanakondisisiswa.Sehingga, penyesuaianpendidikanharusdirancangberdasarkanpadakebutuhankhususdarisemuaanak.
PendidikanInklusifadalahsystemlayananpendidikan yangmensyaratkananakberkebutuhankhususbelajar di sekolah-sekolahterdekat di kelasbiasabersamateman-temanseusianya(Sapon-Shevindalam O’Neil 1994).
Sekolahpenyelenggarapendidikaninklusifadalahsekolah yang menampungsemuamurid di kelas yang sama. Sekolahinimenyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapidisesuaikandengankemampuandankebutuhansetiapmuridmaupunbantuandandukungan yang dapatdiberikanolehpara guru, agar anak-anakberhasil(Stainback, 1980).
Sekolahinklusifmerupakanperkembanganbarudaripendidikanterpadu.Padasekolahinklusifsetiapanaksesuaidengankebutuhankhususnya, semuadiusahakandapatdilayanisecara optimal denganmelakukanberbagaimodifikasidanataupenyesuaian, mulaidarikurikulum, saranadanprasarana, tenagapendidikandankependidikan, systempembelajaransampaipadasystempenilaiannya.
Penyelenggaraanpendidikaninklusifmenuntutpihaksekolahmelakukanpenyesuaianbaikdarisegikurikulum, saranaparasaranapendidikan, maupunsystempembelajaran yang disesuaikandengankebutuhanindividupesertadidik.Untukitu proses identifikasidanasesmen yang akuratperludilakukanolehtenaga yang terlatihdan/atauprofesional di bidangnyauntukdapatmenyusun program pendidikan yang sesuaidanobyektif.
B.       TujuandanManfaat Pendidikan Inklusif
Pelaksanaan pendidikan inklusi akan mampu mendorong terjadinya perubahan sikap lebih positif dari peserta didik terhadap adanya perbedaan melalui pendidikan yang dilakukan secara bersama-sama dan pada akhirnya akan mampu membentuk sebuah kelompok masyarakat yang tidak diskriminatif dan bahkan menjadi akomodatif terhadap semua orang.
Pendidikaninklusifdimaksudkansebagaisystemlayananpendidikan yang mengikut-sertakananakberkebutuhankhususbelajarbersamadengananaksebayanya di sekolahreguler yang terdekatdengantempattinggalnya.
Penyelenggaraanpendidikaninklusifmenuntutpihaksekolahmelakukanpenyesuaianbaikdarisegikurikulum, saranadanprasaranapendidikan, maupunsystempembelajaran yang disesuaikandengankebutuhanindividupesertadidik.
Adapun manfaatpendidikaninklusifadalah :
1.        Membangunkesadarandanconsensuspentingnyapendidikaninklusifsekaligusmenghilangkansikapdannilai yang diskriminatif.
2.        Melibatkandanmemberdayakanmasyarakatuntukmelakukananalisissituasipendidikanlokal, mengumpulkaninformasisemuaanakpadasetiapdistrikdanmengidentifikasialas anmengapamerekatidaksekolah.
3.        Mengidentifikasihambatanberkaitandengankelainanfisik, socialdanmasalahlainnyaterhadapaksesdanpembelajaran.
4.        Melibatkanmasyarakatdalammelakukanperencanaandan monitoring mutupendidikanbagisemuaanak.
Beberapa manfaat juga diperoleh dari pelaksaan pendidikan inklusi diantaranya:
A.      bagi siswa
1.      Sejak dini siswa memiliki pemahamanyang baik terhadap perbedaan dankeberagaman
2.      Munculnya sikap empati pada siswa secara alamiah
3.      Munculnya budaya saling menghargai dan menghormati antar siswa
4.      Menurunkan terjadinya stigma dan labeling kepada semua anak, khusunya pada anak berkebutuhan khusus dan penyandang cacat
5.      Timbulnya budaya kooperatif dan kolaboratif pada siswa sehingga memungkinkan adanya saling bantu antar satu dengan yang lainnya
B.       bagi guru
1.      Lebih tertantang untuk mengembangkan berbagai metode pembelajaran
2.      Bertambahnya kemampuan dan pengetahuan guru tentang keberagaman siswa termasuk keunikan, karakteristik, dan sekaligus kebutuhannya
3.      Terjalinnya komunikasi dan kerja sama dalam kemitraan antar guru  dan guru ahli bidang lain
4.      Menumbuhkembangkan sikap empati guru terhadao siswa termasuk siswa penyandang cacat / siswa berkebutuhan khusus
C.       bagi sekolah
1.      Memberikan kontribusi yang sangat besar bagi program wajib belajar
2.      Memberikan peluang terjadinya pemerataan pendidikan bagi semua kelompok masyarakat
3.      Menggunakan biaya yang relatif lebih efisien
4.      Mengakomodasi kebutuhan masyarakat
5.      Meningkatkan kualitas layanan pendidikan
Sedangkan, tujuandaripendidikaninklusiitusendirimenurut Abdul SalimChoiri (2012) yaitu:
1.      Memberikankesempatan yangseluas-luasnyakepadasemuaanakuntuk mendapatkanpendidikan yang layaksesuaidengankebutuhannya
2.      Membantumempercepat program penuntasanwajibbelajarpendidikandasar 9 tahun
3.      Membantumeningkatkanmutupendidikandasardanmenengahdenganmenekanangkatinggalkelasdanputussekolah
4.      Menciptakansystempendidikan yang menghargaikeberagaman, tidakdiskriminatifsertaramahterhadappembelajaran.

C.      Ciri-ciriPendidikanInklusif
Menurut Prof Dr. MulyonoAbdurRohman, ciri-ciripendidikaninklusifadalah sebagaiberikut:
1.        Siswa yang berusiasamadudukdalamkelas yang sama
2.        Siswasalingbekerjasama dengansesamanya
3.        Siswamerasakelassebagaimilikbersama
4.        Siswamemilikipengalamanberhasil
5.        Siswabelajarmengembangkansikaptoleransi
6.        Siswabelajarmengembangkansikapempati
7.        Guru menerimaperbedaansiswa
8.        Guru mengembangkan dialog dengan siswa
9.        Guru mendorongterjadinyainteraksipromotifantarsiswa
10.    Guru menjadikansekolahmenarikbagisiswa
11.    Guru membuatsiswaaktif
12.    Gurumempertimbangkanperbedaanantarsiswa dalam kelasnya
13.    Guru menyiapkantugas-tugas yang berbedauntuksiswa-siswanya
14.    Guru fleksibeldankreatif

D.      Alasan Diterapkannya Pendidikan Inklusif
1.         Semuaanakmempunyaihak yang samauntuktidakdidiskriminasikandanmemperolehpendidikan yang bermutu.
2.         Semuaanakmempunyaikemampuanuntukmengikutipelajarantanpamelihatkelainandankecacatannya.
3.         Perbedaanmerupakanpenguatdalammeningkatkanmutupembelajaranbagisemuaanak.
4.         Sekolahdan guru mempunyaikemampuanuntukbelajarmerespondarikebutuhanpembelajaran yang berbeda.
5.         BentukSekolahInklusif
6.         SekolahBiasa/SekolahUmum, yang mengakomodasisemuaAnakBerkebutuhanKhusus
7.         SLB/SekolahLuarBiasa/SekolahKhusus yang mengakomodasianak normal
E.       Beberapa Kelebihan dari Pendidikan Inklusif
1.      Pendidikan Inklusif adalah suatu strategi untuk memperbaiki sistem pendidikan melalui perubahan kebijakan dan pelaksanaan yang eksklusif.
2.      Pendidikan Inklusif berfokus pada peminimalan dan penghilangan berbagai hambatan terhadap akses, partisipasi dan belajar bagisemua anak, terutama bagi mereka yang secara sosial terdiskriminasikan sebagai akibat kecacatan dan kelainannya.
3.      Pendidikan inklusif melihat perbedaan individu bukan suatu masalah, namun lebih pada kesempatan untuk memperkaya pembelajaran bagi semua anak.
4.      Pendidikan Inklusif melaksanakan hak setiap anak untuk tidak terdiskriminasikan secara hukum sebagaimana tercantum dalam konvensi PBB (UNCRC) tentang hak anak.
Untuk anak dengan Kebutuhan Khusus, yaitu :
1.    Terhindar dari label negatif
2.    Anak memiliki rasa percaya diri
3.    Memiliki kesempatan menyesuaikan diri
4.    Anak memiliki kesiapan menghadapi kehidupan nyata
Dan untuk anak tanpa kebutuhan khusus, antara lain:
1.    Belajarmengenaiketerbatasantertentu
2.    Mengetahuiketerbatasan/keunikantemannya
3.    Peduliterhadapketerbatasantemannya
4.    Dapatmengembangkanketerampilansosial
5.    Berempatiterhadappermasalahtemannya
6.    Membantutemannyayangkesulitan

F.       Perbedaan Pendidikan Inklusif dengan  Pendidikan Reguler dan Pendidikan Terpadu
Pendidikan pada umumnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
   Pada umumnya peserta didik dalam pendidikan umum/pendidikan reguler adalah peserta didik normal, sehingga kurikulum, tenaga guru, sarana dan prasarana, lingkungan belajar dan proses pembelajarannya dirancang untuk anak normal. Hal ini karena asumsi yang melandasi adalah bahwa peserta didik memiliki kemampuan yang homogin.Sebaliknya pada pendidikan inklusif peserta didiknya adalah peserta didik yang memiliki kelainan dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang ada di sekolah reguler. Sehingga kurikulum, tenaga guru, sarana dan prasarana, lingkungan belajar dan proses pembelajarannya harus dirancang sedemikian rupa untuk memungkinkan semua peserta didik dapat mengembangkan potensinya.
Pendidikan terpadu merupakan pendidikan yang memberi kesempatan kepada peserta didik yang memiliki kelainan dan/atau memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan di sekolah reguler.Perbedaan yang menonjol antara pendidikan terpadu dengan pendidikan inklusif terletak pada sistem pendidikan yang ada di sekolah tersebut.Sekolah terpadu, peserta didiknya mengikuti sistem yang ada di sekolah reguler.Sedangkan pendidikan inklusif, sistem pendidikan yang digunakan menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didiknya.“prinsip mendasar dari pendidikan inklusif adalah selama memungkinkan semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan atau perbedaan yang mungkin ada pada mereka.

G.      Pentingnya Pendidikan Inklusi Bagi Calon Guru
       Pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus, sekarang tidak lagi hanya dapat dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) tetapi terbuka di setiap satuan dan jenjang pendidikan baik sekolah luar biasa maupun sekolah regular atau umum setelah dibukannya program sekolah inklusi. Dengan adanya kecenderungan kebijakan ini, para calon guru perlu dibekali materi mengenai betapa pentingnya pendidikan inklusi ketika mengajar nanti. Hal ini untuk mengantisipasi, jika pada suatu saat nanti, anak-anak yang dihadapi nantinya kemungkinan tidak semuanya anak normal artinya ada anak yang memerlukan pelayanan  dan bimbingan khusus yang diakibatkan  karena dissabilitas-nya.
1.        Semua anak mempunyai hak yang sama untuk tidak di-diskriminasi-kan dan memperoleh pendidikan yang bermutu.
2.        Semua anak mempunyai kemampuan untuk mengikuti pelajaran tanpa melihat kelainan dan kecacatannya.
3.        Perbedaan merupakan penguat dalam meningkatkan mutu pembelajaran bagi semua anak.
4.        Sekolah dan guru mempunyai kemampuan untuk belajar merespon dari kebutuhan pembelajaran yang berbeda.


BAB III
PENUTUP

A.      Simpulan
Pendidikan inklusi   adalah proses pendidikan yang memungkinkan semua anak berkesempatan untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan kelas reguler, tanpa memandang kelainan, ras, atau karakteristik lainnya. Tujuan pendidikan inklusi   pada umumnya berarti menciptakan dan membangun pendidikan yang berkualitas dengan menerima keanekaragaman, dan menghargai perbedaan, membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah dengan menekan angka tinggal kelas dan putus sekolah.
Pentingnya pendidikan inklusi bagi calon guru, antara lain agar guru mengetahui apa, siapa, dan bagaimana ciri-ciri ABK, mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan ABK dalam pembelajaran termasuk fasilitas-fasilitas maupun sarana dan prasarana dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari, guru tidak membedakan anak yang normal maupun anak yang berkebutuhan khusus, guru mengetahui kurikulum maupun layanan yang diperlukan ABK dalam pembelajaran, agar guru mengetahui pentingnya peran mereka dalam keberhasilan ABK di masa depan.

B.       Saran
Bagi orang tua, hendaknya lebih memahami lagi kebutuhan anaknya dan mengubah anggapan bahwa memiliki anak  dissabilitasmerupakan suatu hal yang hina. Orangtua hendaknya juga menyadari bahwa memiliki anak dissabilitas tetap menjadi suatu anugerah dan tanpa rasa malu memberanikan diri menyekolahkan anaknya baik di Sekolah Luar Biasa maupun Sekolah Inklusi.
Bagi calon guru, hendaknya mempelajari secara matang dan lebih memahami arti penting pendidikan inklusi.Bagi guru sebaiknya juga harus bisa memberikan pelayaan maksimal ketika memberikan pelajaran kepada siswanya.Seorang guru harus bisa menggunakan metode dan strategi yang tepat untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus.
Selain itu juga harus memperhatikan beberapa saran berikut:
1.        Pendidikan Inklusi hendaknya dilakukan secara perlahan-lahan, selangkah demi selangkah dan dapat dimulai dari PAUD
2.        Sebaiknya pihak sekolah yang hendak melaksanakan dan menerapkan pendidikan inklusi menggunakan nara sumber yang dapat memberikan bimbingan dan informasi yang dibutuhkan pihak sekolah.
3.        Sekolah perlu untuk mengembangkan ruang dan pusat sumber  belajar serta sarana dan prasarana agar dapat menunjang pelaksanaan pendidikan inklusif
4.        Memberikan pelatihan kepada semua tenaga kependidikan dan orang tua
5.        Guru atau tenaga kependidikan harus bersifat fleksibel, kreatif, dan menghargai ke pluralitasan
6.        Guru harus mampu mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan individual anak
7.        Selain itu, guru harus dapat bekerja sama dalam suatu tim kerja demi tercapainya pelaksanaan pendidikan inklusif secara optimal dan baik di sekolah.
8.        Guru juga harus dapat mengembangkan iklim belajar dan bekerja yang sehat di dalam lingkungan sekolah




DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2010). Pengertian pendidikan inklusif. [Online] http://www.pokjainklusifbojonegoro.com/about-us/apa-itu-pendidikan-inklusif[Diakses 03 september 2014].
Lilis. (2013). Pentingnya pendidikan inklusi untuk guru. [Online] http://liliezsticcerzgurujugapunyacitacita.blogspot.com/2013/07/pentingnya-pendidikan-inklusi-bagi.html[Diakses 03 september 2014].
Anonim. (2009). Pendidikan inklusif. [Online]http://inti.student.fkip.uns.ac.id/2009/01/15/pendidikan-inklusive/http://bintangbangsaku.com/artikel/[Diaksespada 03 september 2014].
Febria. (2010). Pendidikan inklusi. [Online]http://febria1990.blogspot.com/2010/10/pendidikan-inklusif.html[Diaksespada 03 september 2014]
Najih-Fiddaraini, A. 2011. Pengertian pendidikan inklusif. Diakses dari http://ahmadnajihf.blogspot.com/2011/09/pengertian-pendidikan-inklusi.html[Diakses 03 september 2014]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar